Ahrefs memang jadi standar emas untuk analisis backlink, tapi tagihannya? Rp 1,5 juta per bulan bisa bikin kantor kecil menangis. Kebanyakan pebisnis online butuh data kompetitor bukan untuk jadi agensi SEO, tapi cukup untuk tahu: dari mana mereka dapet link? Apa strategi yang berhasil? That’s it.

Berita baiknya: kamu nggak perlu sell kidney untuk dapet insight tersebut. Lima tools di bawah ini—sepenuhnya gratis atau freemium—bisa jadi senjata rahasia untuk reverse-engineer backlink kompetitor. Tapi ingat, gratis selalu ada trade-off. Data mungkin nggak real-time, limit ketat, atau depth terbatas. Tugasmu adalah smart dengan keterbatasan itu.

Google makin cerdas, tapi backlink tetap jadi sinyal dominan. Bukan soal quantity, tapi relevance dan authority. Ngecek backlink kompetitor bukan untuk copy-paste, tapi untuk:

  • Identifikasi linkable asset yang berhasil di niche-mu
  • Temukan prospect outreach yang sudah tertarai dengan konten sejenis
  • Lihat gap: situs mana yang link ke mereka tapi nggak ke kamu
  • Deteksi pola black-hat (beli link masal) vs white-hat (guest post alami)

Kriteria Tools yang Masuk List Ini

Sebelum masuk, transparansi dulu. Tools di sini dipilih berdasarkan:

  • Akses tanpa kartu kredit (trial 14 hari masuk akal, but no immediate charge)
  • Data bisa dilihat untuk domain kompetitor (bukan cuma website yang kita verifikasi)
  • Minimal menampilkan 100 backlink teratas (kurang dari itu nggak actionable)
  • Filter dasar tersedia (dofollow/nofollow, domain score minimal)

Kalau cuma nunjukin 5 backlink terus disuruh upgrade, nggak masuk list.

1. Ubersuggest (Neil Patel) – Freemium dengan Daily Limit

Ubersuggest adalah entry point paling ramah untuk cek backlink kompetitor. Versi gratis memberikan 3 pencarian per hari, cukup untuk riset ringan.

Data yang Kamu Dapat:

  • Total backlink dan referring domains (update bulanan, bukan real-time)
  • Daftar 100 backlink teratas dengan anchor text dan domain score (skor 1-100)
  • Filter by follow/nofollow dan link type (text, image, form)
  • Estimasi traffik organik halaman yang dapet link

Cara Pakai untuk Cek Kompetitor:

  1. Masukkan domain kompetitor di tab Backlinks
  2. Filter Link Type: Follow untuk fokus pada link yang pass authority
  3. Sort by Domain Score tinggi ke rendah
  4. Export CSV (maks 100 row) untuk analisis lebih lanjut di Excel/Sheets
  5. Lihat Anchor Text column: kalau penuh keyword exact-match, waspada—kompetitor mungkin pakai strategi berbahaya

Pro Tip: Pakai incognito browser atau ganti IP kalau limit 3 search/hari habis. Atau lebih elegan: rencanakan risetmu. 3 search = 3 kompetitor utama. Lakukan tiap hari, kumpulkan data selama seminggu, lalu gabungkan.

Kelemahan: Data freshness nggak secepat Ahrefs (delay 30-60 hari). Kadang missing link yang baru di-index. Domain score juga terlalu general—nggak se-detail Domain Rating Ahrefs.

Baca:  5 Tema Wordpress Tercepat Untuk Lolos Core Web Vitals (Update 2025)

Moz punya database link yang solid meski nggak sebesar Ahrefs. Versi gratis: 10 pencarian per bulan, tapi setiap query bisa kasih insight dalam.

Data yang Kamu Dapat:

  • Domain Authority (DA) dan Page Authority (PA)—metrik standar industri
  • 50 backlink teratas (bisa di-expand 10 per klik, tapi tetap count sebagai query)
  • Spam Score per linking domain—sangat berguna untuk filter low-quality link
  • Discovered and Lost Links dalam 60 hari terakhir

Strategi Maksimal:

Karena limit 10 query/bulan, jangan buang untuk cek domain kecil. Prioritaskan:

  • 3 kompetitor langsung (domain authority 30-60)
  • 2 kompetitor aspirasional (DA 70+)
  • 2 domain sendiri (untuk benchmark)
  • Sisa 3 query untuk deep-dive ke halaman spesifik yang ranking #1 untuk target keyword

Warning: Setiap klik “See More Links” dihitung sebagai 1 query. Jadi strategi: lihat 50 backlink pertama, export, lalu analisis offline. Jangan click-happy.

Keunggulan: Spam Score adalah fitur killer. Bisa langsung sortir linking domain dengan score >30%—biasanya PBN atau direktori sampah. Ini yang banyak tools gratis lain lewatkan.

Kelemahan: 10 query/bulan sangat sedikit. Data backlink juga terbatas—kadang nggak sekomprehensif Ahrefs untuk link profile Asia Tenggara.

3. Semrush Free Account – 10 Requests per Day, Real-Time Data

Semrush punya tier gratis yang sering diabaikan. Nggak perlu trial—cukup daftar akun gratis. Kamu dapet 10 requests per hari untuk domain overview, termasuk backlink analytics.

Data yang Kamu Dapat:

  • Total backlink, referring domains, dan authority score (skor Semrush)
  • 10 backlink teratas (dofollow) dengan anchor text dan target URL
  • Referring domains by authority score—bikin prioritasi outreach jadi jelas
  • Link Attributes (sponsored, UGC) yang penting post-Google update

Trik untuk Cek Kompetitor:

10 requests/day cukup kalau kamu fokus. Rencanakan sprint riset:

  1. Day 1-3: Cek 3 kompetitor utama, catat total referring domains
  2. Day 4-6: Cek domain yang link ke mereka (bukan root domain, tapi subdomain spesifik seperti blog.kompetitor.com)
  3. Day 7: Cek domain sendiri sebagai benchmark

Pro Tip: Semrush punya Backlink Gap Tool tapi nggak gratis. Workaround: manual export 10 backlink kompetitor per hari, kumpulkan dalam 2 minggu, lalu bandingkan dengan backlink kamu pakai VLOOKUP di Google Sheets. Itu cara gratis clone fitur gap analysis.

Keunggulan: Data lebih fresh dibanding Ubersuggest. Authority Score cukup akurat. Interface mirip versi berbayar, jadi kalau upgrade nanti nggak kaget.

Kelemahan: Cuma 10 backlink yang ditampilkan—nggak bisa scroll lebih. Jadi fungsinya lebih untuk snapshot cepat, bukan analisis mendalam.

4. SE Ranking – 14-Day Trial Unlimited, Full Power Tanpa Kartu Kredit

Ini bukan freemium, tapi trial 14 hari tanpa perlu kartu kredit. Kamu bisa daftar pakai email dan langsung akses semua fitur backlink. Ini jendela paling dekat dengan Ahrefs experience.

Data yang Kamu Dapat (Selama Trial):

  • Unlimited domain checks—cek sepuasnya
  • 100,000 backlink per domain (bukan cuma 100)
  • Backlink monitoring dengan update setiap 3 hari
  • Anchor text distribution chart—lihat over-optimization kompetitor
  • DoFollow vs NoFollow ratio visualized
  • Export CSV/Excel tanpa batas

Strategi 14 Hari:

Jangan buang trial ini cuma buat cek-ccek satu domain. Buat battle plan:

  1. Hari 1-2: List 20 kompetitor (langsung & indirect)
  2. Hari 3-7: Scrape backlink semua domain, export ke folder terpisah
  3. Hari 8-10: Analisis anchor text pattern—cari kompetitor yang natural vs spam
  4. Hari 11-13: Identifikasi overlap: situs mana yang link ke >3 kompetitor? Itu prospect outreach panas
  5. Hari 14: Backup semua data, screenshot chart penting

Catatan: SE Ranking trial nggak minta CC, tapi mereka tracking IP. Jangan coba daftar ganda dari IP sama—bakal di-ban. Gunakan waktu 14 hari dengan efektif.

Keunggulan: Ini mungkin satu-satunya cara gratis dapet data backlink komprehensif tanpa batas. Interface-nya mirip Ahrefs, jadi skill yang dipelajari transferable.

Baca:  Review Google Analytics 4 (Ga4) Untuk Pemula: Cara Baca Data Traffic Tanpa Pusing

Kelemahan: Setelah 14 hari, kamu kembali ke mode buta. Jadi ini sprint, bukan marathon. Nggak cocok kalau butuh monitoring berkelanjutan.

BacklinkWatch.com adalah tools lama yang masih hidup. Nggak ada limit, nggak perlu login. Masukkan domain, langsung keluar list backlink. Terdengar sempurna, tapi ada harga yang harus dibayar.

Data yang Kamu Dapat:

  • 1,000 backlink teratas (teoritis)
  • Anchor text dan target URL
  • PageRank (ya, PR lama Google yang udah obsolete)
  • Outbound links count dari halaman sumber

Cara Pakai dengan Bijak:

Gunakan Backlink Watch hanya untuk initial reconnaissance. Karena data-nya nggak terfilter, kamu harus:

  1. Export semua link ke CSV
  2. Filter manual: hapus domain dengan outbound links count >100 (biasanya link farm)
  3. Cross-check dengan Moz Spam Score—paste domain ke Moz satu per satu (masih dalam limit 10 query/bulan)
  4. Ambil 20-30 link dengan PageRank tertinggi (meski outdated, masih ada korelasi)

Pro Tip: Backlink Watch penuh iklan dan popup. Pakai browser Brave dengan ad-blocker keras. Jangan klik apa-apa selain input field.

Keunggulan: Tanpa batas, tanpa registrasi. Bisa jadi backup kalau tool lain down atau limit habis.

Kelemahan: Data accuracy questionable. Banyak link yang udah mati masih muncul. PageRank-nya dari 2013. Interface seperti website tahun 2005. Dan yang paling parah: nggak ada filter dofollow/nofollow. Kamu harus buka satu per satu manual.

Perbandingan Cepat: Mana yang Paling Cocok untuk Kebutuhanmu?

ToolDaily/Monthly LimitData DepthBest ForAccuracy
Ubersuggest3/day100 linksRutinitas harian, snapshot cepatMedium (delay 30-60 hari)
Moz Link Explorer10/month50+ linksQuality over quantity, filter spamHigh (terutama DA/PA)
Semrush Free10/day10 links onlyReal-time data, prospecting premiumHigh (fresh index)
SE Ranking TrialUnlimited (14 hari)100,000 linksDeep-dive komprehensifVery High (接近 Ahrefs)
Backlink WatchUnlimited1,000 linksBackup, manual scrubbingLow (banyak noise)

Strategi Kombinasi: Dapatkan Ahrefs-Level Insight Tanpa Bayar

Tidak ada satu tools gratis yang sempurna. Solusinya? Stacking. Begini workflow praktis:

  1. Phase 1 (Hari 1-7): Pakai SE Ranking trial untuk scrape semua kompetitor. Export semua data ke folder Dropbox.
  2. Phase 2 (Hari 8-30): Pakai Ubersuggest (3/day) untuk monitoring perubahan backlink kompetitor utama. Cek setiap 3 hari.
  3. Phase 3 (Ongoing): Pakai Moz (10/month) untuk deep-dive ke linking domain yang tampak menarik dari data SE Ranking. Cross-check spam score.
  4. Phase 4 (Ad-hoc): Semrush Free untuk cek domain baru yang muncul di radar—mungkin prospect outreach.

Dengan stack ini, kamu punya historical data dari SE Ranking, monitoring rutin dari Ubersuggest, dan quality filter dari Moz. Hampir mirip Ahrefs, cuma butuh lebih banyak klik.

Limitasi yang Harus Diterima

Jangan jatuh ke analysis paralysis. Tools gratis punya blind spots:

  • Data delay: Link baru bisa muncul 1-2 bulan kemudian. Kalau kompetitor lagi viral, kamu nggak akan tahu source-nya real-time.
  • Missing links: Tools kecuali Semrush/SE Ranking sering skip link dari situs Asia Tenggara karena crawl budget terbatas.
  • No historical trend: Nggak bisa lihat apakah kompetitor beli link masal bulan lalu. Cuma snapshot sekarang.
  • Export limit: 100 link itu cuma 5-10% dari total backlink domain rata-rata. Bisa jadi kamu miss golden link di page 5+.

Kapan harus upgrade? Kalau revenue website sudah >Rp 50 juta/bulan, stop wasting time. Ahrefs atau Semrush Pro worth it sebagai investasi, bukan cost. Waktu kamu ngutak-ngatik CSV lebih mahal daripada biaya tools.

Kesimpulan: Pilih Berdasarkan Stage Bisnis

Startup/bootstrapped (revenue <10 juta/bulan): Stack Ubersuggest + Moz. Cukup untuk tahu arah angin.

Growth phase (revenue 10-50 juta/bulan): SE Ranking trial 14 hari untuk riset komprehensif, lalu Ubersuggest untuk maintenance.

Agency/freelance dengan 5+ klien: Nggak ada pilihan. Semrush Pro atau Ahrefs Lite. Client bayar untuk speed & accuracy, bukan untuk kamu ngehack tools gratis.

Backlink analysis itu kayak detektif. Tools gratis memberikan kaca pembesar, bukan CCTV 24/7. Tapi dengan teknik stacking dan disiplin, kaca pembesar itu cukup untuk solve case kebanyakan. Yang penting: action > perfection. Dapet 100 link kompetitor lalu outreach 10 di antaranya lebih baik dari pada dapet 10,000 link tapi cuma di-dashboard.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like

Review Google Analytics 4 (Ga4) Untuk Pemula: Cara Baca Data Traffic Tanpa Pusing

GA4 terasa seperti piloting pesawat tanpa manual. Dashboardnya penuh angka, grafiknya asing,…

Review Ubersuggest Lifetime: Apakah Masih Akurat Untuk Riset Keyword Bahasa Indonesia?

Ketika Neil Patel mengumumkan lifetime deal Ubersuggest di 2019, banyak digital marketer…

Semrush Vs Ahrefs: Mana Yang Lebih Worth It Untuk Blogger Pemula Di 2025?

Blogger pemula di 2025 dihadapkan pada dilema klasik: Semrush atau Ahrefs? Budget…

5 Tema WordPress Tercepat Untuk Lolos Core Web Vitals (Update 2025)

Core Web Vitals bukan sekadar jargon Google—ini adalah garis hidup bisnis online…