Memilih platform untuk toko online itu seperti memilih lokasi ruko. Wix terlihat murah dan instan, tapi banyak yang tidak sadar mereka hanya “menyewa” space dengan aturan ketat. Saya sudah melihat puluhan pemilik bisnis terjebak upgrade paket mahal karena limitasi tak terduga. WordPress dengan WooCommerce memberikan kepemilikan penuh—seperti membeli tanah dan bangun ruko sendiri.
Masalah Utama Wix untuk E-commerce Jangka Panjang
Wix memang menggoda di awal. Drag-and-drop-nya cepat, template-nya modern, dan Anda bisa launch dalam hitungan jam. Tapi masalah muncul saat traffic mulai naik dan kebutuhan jadi kompleks.

Vendor lock-in adalah risiko terbesar. Anda tidak bisa export database pelanggan dengan mudah. Template? Tidak bisa dipindahkan. Begitu bisnis tumbuh, pindah platform artinya rebuild dari nol. Saya pernah handle klien dengan 2.000+ produk di Wix yang butuh 3 bulan penuh hanya untuk migrasi manual karena API-nya terbatas.
Biaya Tersembunyi yang Menumpuk
Paket Wix Business Basic terlihat murah: $23/bulan. Tapi cek lagi. Setiap transaksi kena 2.9% + 30¢. Butuh fitur subscription? Tambah $10/bulan. Butuh review produk yang advanced? Ada app $5-15/bulan. Dalam 1 tahun, total bisa mencapai $600-800 untuk toko kecil.
WordPress? Hosting quality di Kinsta atau Rocket.net sekitar $30-35/bulan. Payment gateway bebas pilih: Stripe (2.9% + 30¢), tapi bisa nego rate lebih rendah saat volume besar. Plugin WooCommerce premium untuk subscription? $199/tahun sekali bayar. Tidak ada revenue sharing.
Ketergantungan pada Platform
Wix mengontrol semua. Server down? Anda hanya bisa tunggu. Fitur baru butuh request ke support. Dulu ada klien fashion yang tidak bisa integrasi dengan ERP lokal karena Wix tidak support custom API endpoint. Proyek buntung.
WordPress + WooCommerce: Kontrol Penuh di Tangan Anda
Ini bukan soal “canggih” tapi soal kepemilikan. WordPress adalah open-source. Anda punya file, database, dan kontrol penuh. Mau hosting di AWS, Google Cloud, atau server di kantor? Bisa. Mau custom checkout flow dengan 5 langkah? Bisa. Semua dalam genggaman.
Fleksibilitas Tanpa Batas
Bayangkan butuh fitur unik: preorder dengan DP 50%, integrasi dengan sistem inventory di gudang, dan otomatis kirim notifikasi ke WhatsApp. Di WordPress, saya tinggal cari plugin atau build custom. Di Wix? Anda harap ada app di marketplace-nya. Kalau tidak ada, berarti tidak bisa.
Data dari BuiltWith menunjukkan 29% dari top 1 juta e-commerce site menggunakan WooCommerce. Wix? Hanya 1.2%. Bukan tanpa alasan. Skalabilitas WooCommerce sudah terbukti menangani 100.000+ produk tanpa masalah, asal hostingnya proper.
Kepemilikan Data 100%
Database pelanggan, order history, meta produk—semua di server Anda. Mau export ke CSV? Satu klik. Mau sync ke BI tools seperti Tableau atau Looker? Langsung connect ke MySQL. Ini critical untuk scaling dan fundraising. Investor akan minta akses data mentah. Wix tidak bisa provide itu.

Perbandingan Head-to-Head: Data Nyata
Mari kita lihat angka konkret untuk toko online dengan 500 produk dan 50 transaksi/bulan.
| Parameter | Wix Business Unlimited | WordPress + WooCommerce |
|---|---|---|
| Biaya bulanan | $32 + apps $15 = $47 | Hosting $30 + plugin $8 = $38 |
| Fee transaksi | 2.9% + 30¢ (mandatory) | 0% (pilih gateway sendiri) |
| Load time (GTMetrix) | 3.2-4.5 detik | 1.8-2.5 detik (dengan caching) |
| Custom field produk | Maks 20 field | Tidak terbatas |
| API rate limit | 60 requests/minute | Tergantung server (bisa 10,000+) |
| Export data | Terbatas, manual | Full database access |
Perbedaan load time 2 detik mungkin terdengar sepele. Tapi menurut Google, setiap detik delay bisa turunkan konversi 7%. Untuk toko dengan revenue Rp 100 juta/bulan, itu potensi kerugian Rp 7 juta hanya karena platform lambat.
Kasus Nyata: Saat Wix “Memaksa” Upgrade
Tahun lalu, klien saya di sektor herbal hit storage limit 50GB di paket Unlimited. Wix otomatis suspend ability upload produk baru. Satu-satunya pilihan: upgrade ke Business VIP $59/bulan. Tidak ada opsi beli storage tambahan saja. Dalam 3 bulan, dia pindah ke WordPress dan cost turun 40%.
Contoh lain: fitur abandoned cart recovery di Wix hanya tersedia di paket $59/bulan. Di WordPress, plugin Jilt atau CartFlows memberikan fitur serupa seharga $99/tahun. Anda bayar untuk fitur, bukan paket mahal dengan fitur yang tidak dipakai.
Transisi dari Wix ke WordPress: Lebih Mudah dari yang Dikira
Takut migrasi ribet? Prosesnya sudah standar. Saya biasanya selesaikan dalam 2-4 minggu tergantung kompleksitas.
Timeline Realistis
- Minggu 1: Setup hosting, install WordPress + WooCommerce, export data dari Wix (CSV manual atau via API jika paket tinggi)
- Minggu 2: Import produk, pelanggan, dan order. Setup theme (Astra atau Flatsome untuk e-commerce)
- Minggu 3: Konfigurasi payment gateway, shipping, dan testing QA
- Minggu 4: Go live dengan maintenance mode, redirect domain, dan monitor 404 error
Budget yang Dibutuhkan
Untuk toko dengan 300-500 produk, budget realistis sekitar Rp 15-25 juta untuk development one-time. Itu termasuk theme premium, plugin essential, dan jasa developer. Bandingkan dengan extra cost Wix yang bisa Rp 5-8 juta/tahun untuk fitur-fitur “premium”. Dalam 3 tahun, WordPress sudah lebih murah.
Jangan biarkan kemudahan awal menutupi keterbatasan jangka panjang. Wix adalah sewa apartemen fully furnished. WordPress adalah tanah kosong untuk bangun rumah impian. Kalau bisnis Anda serius, pilih yang bisa renovasi tanpa batas.
Kesimpulan: Investasi vs Ketergantungan
Pilihan ini soal mindset. Wix cocok untuk testing ide, toko sampingan, atau portofolio kecil. Tapi untuk bisnis jangka panjang dengan rencana scaling, WordPress adalah satu-satunya jawaban yang masuk akal secara ekonomi dan teknis.
Data tidak bohong: 90% klien saya yang start di Wix akhirnya migrate sebelum tahun ke-2. Alasannya selalu sama: cost tidak terkontrol, limitasi fitur, dan takut data terjebak. Simpan waktu dan uang Anda. Mulai dengan WordPress dari hari pertama.




